DOSIS PUPUK PEMBESAR BUAH KELAPA SAWIT [pgp_title]

Pupuk untuk perbanyak buah sawit- Dalam usaha menaikkan hasil panen kelapa sawit, Ekstensifikasi merupakan salah 1 proses yang senantiasa digunakan akan tetapi dalam prosesnya membutuhkan |tanah|lahan|area} yang kian luas juga kian melimpah memerlukan pegawai. Dari hambatan hal mesti dalam peningkatan produksi sawit.

 

JUAL PUPUK PEMBESAR DAN PEMBERAT BUAH SAWIT



Pupuk kelapa sawit yang bagus


Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit tampil untuk mencukupI pemecahan dalam cara intensifikasi produksi pada kelapa sawit. Teknologi PIKAT NASA (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu NASA) dari PT Natural Nusantara ini sanggup melengkapi segala kebutuhan tanah dan tanaman secara sempurna merupakan unsur hara makro dan mikro, hormon dan enzim pertumbuhan, asam-asam organik serta sebanyak jenis mikroorganisme yang berkhasiat agar supaya buah sawit besar dan berat.

Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit mampu membantu pembudidayaan kelapa sawit secara organik untuk menghasilkan kestabilan produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk itu |fungsi|manfaat} pupuk nasa untuk kelapa sangat diwajibkan.

POTENSI KELAPA SAWIT
Konsumsi CPO Semakin meningkat karena keunggulan produksi dan harga dibanding sumber minyak nabati lain.
Perkembangan kebijakan global akan pengalihan dari BBM (Minyak) menuju ke BBN (Nabati)
Tidak banyak negara-negara di dunia yang sanggup membudidayakan tanaman sawit sebab faktor iklim & geografis.
Indonesia mempunyai lahan yang cukup luas untuk {mampu|dapat|sanggup|bisa| ditanami sawit.

KONDISI AKTUAL LAPANGAN
Meskipun cukup tersedia lahan yang lebar, namun Ekstensifikasi sawit menemui beberapa masalah :
- Tudingan perusakan hutan
- Tudingan perusakan lapisan ozone
- Tudingan pemusnahan satwa langka
- Merubah keseimbangan ekologi dari tanaman heterogen menjadi homogen (sawit)Produktifitas lahan aktual masih lebih rendah dari produktivitas lahan potensial bahkan cenderung semakin menurun.
Tenaga kerja lapangan semakin terbatas
Biaya tenaga kerja semakin tinggi.
Peningkatan produksi sawit melalui Ekstensifikasi yang memerlukan lebih luas & tenaga kerja lebih banyak akan menemui kendala, maka Intensifikasi menjadi solusi.

Budidaya tanaman ke depan harus memenuhi 3 aspek (K-3) :
KUANTITAS
Produksi/tonase yang tinggi.
KUALITAS
Rasa, warna, aroma, rendemen, keamanan pangan, daya simpan.
KELESTARIAN
Lingkungan budidaya khususnya lahan tetap lestari (tidak rusak) agar produksi tinggi & berkualitas tetap dapat dipertahankan terus (sustainable agriculture).
Untuk mendapatkan profit yang lebih tinggi secara jangka pendek dan panjang

IDENTIFIKASI INTENSIFIKASI
Beberapa masalah terkait intensifikasi (selain point 1 s/d 5)

Penggunaan Pupuk Kimia yang kurang bijaksana dan tidak diimbangi pupuk organik.
Unsur hara tanaman yang diberikan hanya unsur makro (NPK)
Unsur mikro, enzym, hormon, asam amino & asam-asam organik tidak pernah/jarang diberikan.
Kondisi lahan/tanah yang semakin rusak.

Supaya mencapai INTENSIFIKASI Budaya Tanaman dengan prinsip K-3 lalu semua faktor perkembangan dan pertumbuhan tanaman harus dalam keadaan ideal dan dilaksanakan dengan baik. uniknya berkaitan dengan kesuburan tanah harus dilaksanakan intensif diantaranya dengan prinsip TEKNOLOGI PIKAT (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu) yang merupakan salah 1 pupuk kelapa sawit terbagus

PRINSIP TEKNOLOGI PIKAT ADALAH MEMPERBAIKI :
Kesuburan Kimia Tanah :
memberikan unsur mikro dan makro, enzym, hormon, asam-asam amino yang cukuplengkap
Kesuburan Fisik Tanah :
mampu meningkatkan nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah dan memperbaiki keseimbangan pori mikro & makro tanah (kegemburan tanah)
Kesuburan Biologi Tanah :
memberikan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.

TEKNOLOGI NASA MELALUI PRODUKNYA BERPERAN MENDUKUNG PRINSIP PIKAT :

  • Penyedia unsur mikro dan makro organik.
    Pengurangan pupuk kimia.
    Penyediaan enzym.
    Penyediaan hormon pertumbuhan.
    Penyediaan asam amino.
    Perbaikan lahan melalui asam-asam organik (humat, fulvat, dll).
    Peningkatan kapasitas tukar kation tanah.
    Memacu perkembangan mikroorganisme tanah yang beguna bagi tanaman.
    Mempertinggi daya tahan terhadap hama dan penyakit.
    Merupakan pupuk untuk memperbesar buah kelapa sawit


cara pemupukan sawit agar berbuah banyak


HORMONIK
Bentuk : Cair
Aplikasi : Semprot/siram campur dengan POC NASA ke tanaman atau tanah.
Dosis : 1-2 cc/ltr (1-2 tutup/tangki 15 lt air untuk 15 tanaman) atau ± 500 cc/ha
Interval : 3-4 Bulan

POC NASA
Bentuk : Cair
Aplikasi : Semprotkan campur dengan Hormonik ke tanaman atau tanah.
Dosis : 3-4 cc/ltr (3-4 tutup/tangki 15 lt air untuk 15 tanaman) atau ± 500 cc/ha
Interval : 3-4 Bulan

SUPERNASA GRANULE
Bentuk : Granule
Aplikasi : Ditabur sekitar batang (dalam piringan)
Dosis : ± 50 kg/ha untuk TBM atau TM
Interval : 3-4 bulan sekali

POWER NUTRITION
Bentuk : Padat
Aplikasi : Larutkan dengan air secukupnya, siramkan ke media
Dosis : 1 kg untuk 20.000 baby polybag / 10.000 large polybag
Interval : Sesekali di awal pembibitan

POP SUPERNASA
Bentuk : Padat
Aplikasi : Larutkan dengan air secukupnya, siramkan atau ditaburkan, campur dengan pupuk makro.
Dosis : 3-6 kg/ha (25-50 gr/tnm)
Interval : 3-4 Bulan

PEMBIBITAN

HORMONIK
Bentuk : Cair
Aplikasi : Semprot campur dengan POC NASA ke tanaman.
Dosis :
- Baby Polybag = 1-2 cc/liter.
- Large Polybag = 3-4 cc/liter.
Interval : 2 - 3 Bulan

POC NASA
Bentuk : Cair
Aplikasi : Semprotkan campur dengan Hormonik ke tanaman atau tanah.
Dosis : 3-4 cc/ltr (3-4 tutup/tangki 15 lt air untuk 15 tanaman) atau ± 500 cc/ha
Interval : 3-4 Bulan

Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
POP SUPERNASA
Bentuk : Padat
Aplikasi : Larutkan dengan air secukupnya, siramkan atau ditaburkan, campur dengan pupuk makro.
Dosis : 3-6 kg/ha (25-50 gr/tnm)
Interval : 3-4 Bulan

POC NASA
Bentuk : Cair
Aplikasi : Semprotkan campur dengan Hormonik ke tanaman atau tanah.
Dosis : 3-4 cc/ltr (3-4 tutup/tangki 15 lt air untuk 15 tanaman) atau ± 500 cc/ha
Interval : 3-4 Bulan

HORMONIK
Bentuk : Cair
Aplikasi : Semprot/siram campur dengan POC NASA ke tanaman atau tanah.
Dosis : 1-2 cc/ltr (1-2 tutup/tangki 15 lt air untuk 15 tanaman) atau ± 500 cc/ha
Interval : 3-4 Bulan

SUPERNASA GRANULE
Bentuk : Granule
Aplikasi : Ditabur sekitar batang (dalam piringan)
Dosis : ± 50 kg/ha untuk TBM atau TM
Interval : 3-4 bulan sekali

Tanaman Menghasilkan (TM)
POWER NUTRITION
Bentuk : Padat
Aplikasi : Tabur campur dengan NPK (pupuk makro)
Dosis : 3-6 kg/ha (25-50 gr/tnm)
Interval : 4-6 Bulan

SUPERNASA GRANULE
Bentuk : Granule
Aplikasi : Ditabur sekitar batang (dalam piringan)
Dosis : ± 50 kg/ha untuk TBM atau TM
Interval : 4-6 bulan sekali

Keterangan :

Harga Pupuk NASA

Dosis pupuk makro bisa dikurangi ± 25% - 50 %

Kontak Pemesanan WA/SMS/TELP:085702589630 (INDOSAT)
Kontak Pemesanan WA/SMS/TELP:081212185704 (TELKOMSEL)

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar