Jenis Pupuk sawit yg bagus #36

Pupuk sawit yang bagus-Dalam usaha menaikkan hasil panen kelapa sawit, Ekstensifikasi merupakan salah satu trik yang terus menerus pakai akan tetapi dalam metodenya memerlukan |tanah|lahan|area} yang lebih luas serta lebih melimpah membutuhkan tenaga kerja. Dari yang ditemui dalam ekstensifikasi tersebut, maka metodeIntensifikasi menjadi salah (satu hal mesti dalam peningkatan produksi sawit.



pupuk sawit yang bagus

JENIS PUPUK KELAPA SAWIT YANG BAIK DARI PT NATURAL NUSANTARA :


Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit ada untuk mencukupI pemecahan dalam cara intensifikasi produksi pada kelapa sawit. Teknologi PIKAT NASA (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu NASA) dari PT Natural Nusantara ini mampu memenuhi semua kebutuhan tanah dan tanaman secara sempurna yakni unsur hara makro dan mikro, hormon dan enzim pertumbuhan, asam-asam organik serta sejumlah jenis mikroorganisme yang berkhasiat agar supaya buah sawit besar dan berat.

Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit sanggup membantu pembudidayaan kelapa sawit secara organik untuk menghasilkan keseimbangan produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk itu |fungsi|manfaat} pupuk nasa untuk kelapa sangat diwajibkan.

POTENSI KELAPA SAWIT DIINDONESIA


Konsumsi CPO Semakin meningkat sebab keunggulan produksi dan harga dibanding sumber minyak nabati lain.
Perkembangan kebijakan global akan pengalihan dari BBM (Minyak) menuju ke BBN (Nabati)
Tidak banyak negara-negara di dunia yang mampu membudidayakan tanaman sawit karena faktor iklim & geografis.
Indonesia mempunyai lahan yang cukup luas untuk {mampu|dapat|sanggup|bisa| ditanami sawit.

KONDISI AKTUAL LAPANGAN

  1. walaupun cukup ada tanah yang lebar, namun Ekstensifikasi sawit menemui beberapa masalah :
    - Tudingan perusakan hutan
    - Tudingan perusakan lapisan ozone
    - Tudingan pemusnahan satwa langka
    - Merubah keseimbangan ekologi dari tanaman heterogen menjadi homogen (sawit)

  2. Produktifitas lahan aktual masih lebih rendah dari produktivitas lahan potensial bahkan cenderung semakin menurun.

  3. Tenaga kerja lapangan semakin terbatas

  4. Biaya tenaga kerja semakin tinggi.

  5. Peningkatan produksi sawit melalui Ekstensifikasi yang memerlukan lebih luas & tenaga kerja lebih banyak akan menemui kendala, maka Intensifikasi menjadi solusi.


Budidaya tanaman ke depan harus memenuhi 3 aspek (K-3) :

  1. KUANTITAS
    Produksi/tonase yang tinggi.

  2. KUALITAS
    Rasa, warna, aroma, rendemen, keamanan pangan, daya simpan.

  3. KELESTARIAN
    Lingkungan budidaya khususnya lahan tetap lestari (tidak rusak) agar produksi tinggi & berkualitas tetap dapat dipertahankan terus (sustainable agriculture).
    Untuk mendapatkan profit yang lebih tinggi secara jangka pendek dan panjang


IDENTIFIKASI DAN INTENSIFIKASI
Beberapa masalah terkait intensifikasi (selain point 1 s/d 5)

  • Penggunaan Pupuk Kimia yang kurang bijaksana dan tidak diimbangi pupuk organik.

  • Unsur hara tanaman yang diberikan hanya unsur makro (NPK)

  • Unsur mikro, enzym, hormon, asam amino & asam-asam organik tidak pernah/jarang diberikan.

  • Kondisi lahan/tanah yang semakin rusak.


Untuk mencapai INTENSIFIKASI Budaya Tanaman dengan prinsip K-3 lalu semua aspek perkembangan dan pertumbuhan tanaman wajib dalam keadaan ideal dan diurus dengan baik. Khususnya berkaitan dengan kesuburan tanah harus diurus intensif antara lain dengan prinsip TEKNOLOGI PIKAT (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu) yang merupakan salah satu pupuk kelapa sawit terbagus

PRINSIP TEKNOLOGI PIKAT ADALAH MEMPERBAIKI :



  1. Kesuburan Kimia Tanah :
    memberikan unsur mikro dan makro, enzym, hormon, asam-asam amino yang cukuplengkap

  2. Kesuburan Fisik Tanah :
    meningkatkan nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah dan memperbaiki keseimbangan pori mikro & makro tanah (kegemburan tanah)

  3. Kesuburan Biologi Tanah :
    memberikan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.


TEKNOLOGI NASA MELALUI PRODUKNYA BERPERAN MENDUKUNG PRINSIP PIKAT :

  • Penyedia unsur mikro dan makro organik.

  • Pengurangan pupuk kimia.

  • Penyediaan enzym.

  • Penyediaan hormon pertumbuhan.

  • Penyediaan asam amino.

  • Perbaikan lahan melalui asam-asam organik (humat, fulvat, dll).

  • Peningkatan kapasitas tukar kation tanah.

  • Memacu perkembangan mikroorganisme tanah yang beguna bagi tanaman.

  • Mempertinggi daya tahan terhadap hama dan penyakit.

  • Merupakan pupuk untuk memperbesar buah kelapa sawit


JENIS PUPUK CAIR NASA UNTUK SAWIT :


JENIS PUPUK CAIR NASA UNTUK SAWIT

I. TAHAP PEMBIBITAN

HORMONIK
Bentuk : Cair
Aplikasi : Semprot/siram campur dengan POC NASA ke tanaman atau tanah.
Dosis : 1-2 cc/ltr (1-2 tutup/tangki 15 lt air untuk 15 tanaman) atau ± 500 cc/ha
Interval : 3-4 Bulan

POC NASA
Bentuk : Cair
Aplikasi : Semprotkan campur dengan Hormonik ke tanaman atau tanah.
Dosis : 3-4 cc/ltr (3-4 tutup/tangki 15 lt air untuk 15 tanaman) atau ± 500 cc/ha
Interval : 3-4 Bulan

SUPERNASA GRANULE
Bentuk : Granule
Aplikasi : Ditabur sekitar batang (dalam piringan)
Dosis : ± 50 kg/ha untuk TBM atau TM
Interval : 3-4 bulan sekali

II. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)

POP SUPERNASA
Bentuk : Padat
Aplikasi : Larutkan dengan air secukupnya, siramkan atau ditaburkan, campur dengan pupuk makro.
Dosis : 3-6 kg/ha (25-50 gr/tnm)
Interval : 3-4 Bulan

POC NASA
Bentuk : Cair
Aplikasi : Semprotkan campur dengan Hormonik ke tanaman atau tanah.
Dosis : 3-4 cc/ltr (3-4 tutup/tangki 15 lt air untuk 15 tanaman) atau ± 500 cc/ha
Interval : 3-4 Bulan

HORMONIK
Bentuk : Cair
Aplikasi : Semprot/siram campur dengan POC NASA ke tanaman atau tanah.
Dosis : 1-2 cc/ltr (1-2 tutup/tangki 15 lt air untuk 15 tanaman) atau ± 500 cc/ha
Interval : 3-4 Bulan

SUPERNASA GRANULE
Bentuk : Granule
Aplikasi : Ditabur sekitar batang (dalam piringan)
Dosis : ± 50 kg/ha untuk TBM atau TM
Interval : 3-4 bulan sekali

III. Tanaman Menghasilkan (TM)
POWER NUTRITION
Bentuk : Padat
Aplikasi : Tabur campur dengan NPK (pupuk makro)
Dosis : 3-6 kg/ha (25-50 gr/tnm)
Interval : 4-6 Bulan

SUPERNASA GRANULE
Bentuk : Granule
Aplikasi : Ditabur sekitar batang (dalam piringan)
Dosis : ± 50 kg/ha untuk TBM atau TM
Interval : 4-6 bulan sekali


Keterangan : Dosis pupuk makro bisa dikurangi ± 25% - 50 %


konsultasi WA/SMS/TELP:085702589630 (INDOSAT)
konsultasi WA/SMS/TELP:081212185704 (TELKOMSEL)

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar